DEPOK – Aksi kriminalitas kembali terjadi di sebuah
mini market di Depok. Padahal Pemerintah Kota Depok sudah meminimalisir
aksi kriminalitas dengan melarang seluruh mini market beroperasi selama
24 jam. Namun, ternyata hal itu tak efektif.
Terbukti komplotan pencuri membobol mini market Indomaret di Jalan Gas
Alam, Curug, Cimanggis Depok. Kejadian tersebut diperkirakan terjadi
sekira pukul 06.00–07.00 pagi tadi. Sedikitnya Rp23 juta dalam brankas
toko raib digasak pencuri.
Kejadian berawal saat salah satu karyawati Indomaraet dari cabang
lainnya, Sabrina, menyambangi Indomaret tersebut. Namun hal yang janggal
saat ia masuk pagi tadi, pintu rolling door toko sudah terbuka lebar
padahal karyawan belum datang.
Karena khawatir ada yang hilang, Sabrina pun melaporkan hal itu ke
polisi. Hingga anggota Polsek Cimanggis menggelar olah Tempat Kejadian
Perkara (TKP) dan memberikan garis polisi (police line).
“Saya masuk pagi dan saat sampai pintu sudah terbuka lebar, tapi tak ada
kerusakan di rolling door, saya enggak berani masuk lalu saya telepon
keamanan,” ujarnya di Polsek Cimanggis, Senin (18/06/12).
Kanit Reskrim Polsek Cimanggis AKP Narta mengatakan, dari hasil
pemeriksaan, total kerugian dalam brankas diperkirakan sebanyak Rp23
juta. Selain itu, pelaku juga membawa seluruh mesin CCTV dan tidak
meninggalkan jejak sedikitpun.
“Jam 6-7 pagi telah terjadi pencurian 363, terhadap Indomaret modusnya
pelaku buka kunci pintu rolling door, pintu kaca, buka pintu kunci
gudang, lalu buka brankas meskipun ada tiga kunci, pertama kunci manual,
lalu kunci lain dan kunci putar pakai pin, dari pintu itu semuanya tak
ada yang rusak, itu jadi pemikiran kita untuk memeriksa para karyawan
pemegang kunci, hingga kini belum ada petunjuk,” tegas Narta.
Keganjilan lainnya, kata Narta, yakni menurut pengakuan karyawan alarm
tak berbunyi meskipun saat semalam sebelum ditutup alarm dalam keadaan
diaktifkan. Begitupula saat dicoba oleh anggota kepolisian ternyata
alarm masih aktif. Karena itu pihaknya masih menyelidiki adanya dugaan
keterlibatan karyawan sendiri.
“Kami sudah periksa empat saksi, ada Septi, Alvian, Rian Hidayat, dan
Siswanto, hanya mereka yang mengetahui nomor seri brankas, kunci brankas
selama ini serah terima, dan yang terakhir adalah Alvian, CCTV
kebetulan dibawa kabur pelaku, tak ada tukang parkir juga,” tandasnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar