Senin, 23 Juli 2012

Indomart Di Depok Di Bobol Maling , CCTV Ikut Di Bawa Kabur .

DEPOK – Aksi kriminalitas kembali terjadi di sebuah mini market di Depok. Padahal Pemerintah Kota Depok sudah meminimalisir aksi kriminalitas dengan melarang seluruh mini market beroperasi selama 24 jam. Namun, ternyata hal itu tak efektif.

Terbukti komplotan pencuri membobol mini market Indomaret di Jalan Gas Alam, Curug, Cimanggis Depok. Kejadian tersebut diperkirakan terjadi sekira pukul 06.00–07.00 pagi tadi. Sedikitnya Rp23 juta dalam brankas toko raib digasak pencuri.

Kejadian berawal saat salah satu karyawati Indomaraet dari cabang lainnya, Sabrina, menyambangi Indomaret tersebut. Namun hal yang janggal saat ia masuk pagi tadi, pintu rolling door toko sudah terbuka lebar padahal karyawan belum datang.

Karena khawatir ada yang hilang, Sabrina pun melaporkan hal itu ke polisi. Hingga anggota Polsek Cimanggis menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memberikan garis polisi (police line).

“Saya masuk pagi dan saat sampai pintu sudah terbuka lebar, tapi tak ada kerusakan di rolling door, saya enggak berani masuk lalu saya telepon keamanan,” ujarnya di Polsek Cimanggis, Senin (18/06/12).

Kanit Reskrim Polsek Cimanggis AKP Narta mengatakan, dari hasil pemeriksaan, total kerugian dalam brankas diperkirakan sebanyak Rp23 juta. Selain itu, pelaku juga membawa seluruh mesin CCTV dan tidak meninggalkan jejak sedikitpun.

“Jam 6-7 pagi telah terjadi pencurian 363, terhadap Indomaret modusnya pelaku buka kunci pintu rolling door, pintu kaca, buka pintu kunci gudang, lalu buka brankas meskipun ada tiga kunci, pertama kunci manual, lalu kunci lain dan kunci putar pakai pin, dari pintu itu semuanya tak ada yang rusak, itu jadi pemikiran kita untuk memeriksa para karyawan pemegang kunci, hingga kini belum ada petunjuk,” tegas Narta.

Keganjilan lainnya, kata Narta, yakni menurut pengakuan karyawan alarm tak berbunyi meskipun saat semalam sebelum ditutup alarm dalam keadaan diaktifkan. Begitupula saat dicoba oleh anggota kepolisian ternyata alarm masih aktif. Karena itu pihaknya masih menyelidiki adanya dugaan keterlibatan karyawan sendiri.

“Kami sudah periksa empat saksi, ada Septi, Alvian, Rian Hidayat, dan Siswanto, hanya mereka yang mengetahui nomor seri brankas, kunci brankas selama ini serah terima, dan yang terakhir adalah Alvian, CCTV kebetulan dibawa kabur pelaku, tak ada tukang parkir juga,” tandasnya.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar